LOGO RESMI ND FISHING COMMUNITY

Ingin tahu tentan NDFC

ANGLERS CREW

BERSAMA MENYALURKAN HOBY SETELAH BERGELUT DENGAN PEKERJAAN

BERBAGAI MACAM REEL

Baca Selengkapnya di menu pilih sesuai kebutuhan dan berbagai merek banyak di Pasaran

ROODS/ JORAN

Baca Selengkapnya di menu pilih sesuai kebutuhan dan berbagai merek banyak di Pasaran

JENIS UMPAN DAN BERBAGAI ASESORIS MANCING

Selengkapnya ada di Menu LURE/UMPAN

Tentang Umpan

SELUK BELUK UMPAN


Mancing apapun jenisnya sangat bergantung pada umpan, karena menentukan sekali dalam hasil tangkapan. Pada umumnya umpan untuk mancing itu terbagi atas : Umpan Alami/Hidup (Natural Bait) dan Umpan Buatan (Artificial Bait). Kriteria umpan yang akan digunakan tergantung pada jenis ikan yang akan dipancing. Umpan untuk ikan laut (Saltwater Fish) tentu akan berbeda sekali dengan umpan untuk ikan air tawar (Freshwater Fish). Bahkan pada ikan laut maupun ikan air tawar tadi umpan akan berlainan pula terhadap jenis ikannya. Sebagai contoh, umpan tiruan berbentuk katak tak akan disambar oleh ikan mas. Oleh sebab itu pengetahuan akan umpan menjadi dasar kemampuan anda memancing.

(sumber :sejutacerita.blogsome.com)

SELUK BELUK UMPAN


UMPAN HIDUP.
Umpan hidup atau alami yang khusus untuk ikan mas adalah makanan alaminya di habitat aslinya bukan pada saat pembudidayaan. Kegemarannya mengaduk lumpur pada dasar air adalah untuk mencari biota hidup yang jadi makanannya. Umpan hidup yang baik untuk dipakai adalah yang masih hidup sedang untuk umpan alami berasal dari umpan hidup atau makanan alami lainnya yang digunakan pada saat masih hidup ataupun mati namun hanya murni umpan alami itu saja, misalnya udang yang telah dikupas kulitnya. Umpan alami ikan mas meliputi hewan dan tumbuhan. Diantaranya yang disukai contohnya adalah jenis lumut (algae), beberapa jenis cacing, udang kecil, ikan-ikan kecil sebangsa cere, keong yang menempel pada tumbuhan air, sejenis kerang air tawar, larva serangga maupun serangga itu sendiri. Beberapa serangga terbang dan melata yang terkadang jatuh pula ke air yakni ulat bambu, uter, ulat daun pisang, lebah, larva lebah dan larva semut (semut rangrang) di sebut kroto. Penyajian umpan hidup diusahakan mengikuti bentuk umpan namun dikaitkan pada mata kail secara benar agar umpan tersebut dapat hidup lama di dalam air. Penempatannya bisa di permukaan, di tengah dan di dasar air. Beberapa umpan hidup yang efektif untuk memancing ikan mas adalah cacing merah,cacing sawah (lur) dan kroto. Pemasangan cacing pada mata kail sangatlah mudah, pegang cacing dengan jari kiri lalu dengan tangan kanan tusukkan cacing pada badannya dekat kepala (anggap cacing mempunyai kepala dan ekor) ikuti bentuk kail dan keluarkan ujung mata kail pada badan dekat ekornya sehingga tampak seekor cacing menjuntai di kail anda. Bila terlalu panjang cacing dapat dipotong terlebih dahulu. Untuk kroto, carilah larva putih yang sudah berbentuk semut (yang berbentuk beras dicampurkan ke umpan buatan)

untuk satu kail bisa 2 atau 3 ekor sekaligus. Tancapkan kail sampai tembus pada bagian dadanya. Kroto atau larva semut ini jangan dipegang terlalu keras karena jika terpencet cairannya akan keluar sehingga bentuk semut akan kempes seperti potongan plastik dan jadi tidak berguna lagi.

UMPAN UMUM
Umpan umum yang dimaksud di sini adalah umpan buatan yang dapat dicerna ikan, merupakan hasil pabrikan yang kemudian diramu sendiri oleh pemancing sehingga menjadi umpan siap saji. Pemberian umpan buatan awalnya semasa pembudidayaan karena selain mudah dibuat dan praktis, umpan buatan ini dapat mempercepat tumbuhnya ikan lewat protein dan gizi yang dicampurkan di dalamnya. Bahan dasar umpan terbuat dari tepung ikan dan bahan lainnya dicampur kemudian dipadatkan di sebut pelet. Dari bahan pelet inilah umpan yang umum dipakai oleh para pemancing, sedang tambahan ramuannya biasanya dimiliki sendiri oleh masing-masing pemancing . Bahan dasar untuk ramuan umpan atau umpan yang sudah jadipun kini ada banyak terdapat di toko pancing. Beberapa di antaranya malah diimpor langsung dari luar negeri seperti pelet Marukyu dari Jepang, aroma perangsang produksi Berkley dan sebagainya. Namun secara umum umpan ramuan dibuat sebagai berikut: 1 kantong pelet halus, ikan sardin 1 kaleng, 1 butir telur bebek. Bersihkan sardin dari sausnya lalu hancurkan , telur bebek ambil bagian kuningnya saja, aduk rata pada baskom lalu campurkan pelet halus tadi sedikit demi sedikit dan aduk hingga merata dengan menambahkan sedikit air. Untuk mengaduk dapat digunakan sendok nasi yang besar (centong), aduk hingga liat sampai umpan siap digunakan. Umpan yang sudah jadi dapat ditambahkan kroto. Tutup umpan dengan serbet basah agar tidak diganggu lalat dan tidak kering terkena sinar matahari. Penggunaan umpan cukup dipulung-pulung kira-kira sebesar kelereng lalu disatukan ke kail dengan bentuk seperti tetesan air. Besar umpan sesuaikan dengan besarnya mata kail. Umpan umum ini hanya disajikan di dasar air. Pengalaman akan mengajarkan anda pada ramuan dan takaran yang sesuai sehingga saatnya nanti umpan anda menjadi yang terhebat di lomba.

UMPAN SPESIAL
Disebut umpan spesial atau khusus, adalah karena memang menggunakan ramuan yang spesial dan sengaja dibuat biasanya pada saat lomba memancing. Resep tercanggih untuk umpan ramuan spesial ini memang belum ada yang pasti. Sebab lain pemancing lain pula resepnya, lain empang lain lagi ramuannya. Namun beberapa pemancing membenarkan bahwa kemahiran membuat umpan yang khusus dapat membawa seorang pemancing menjadi pemenang dalam suatu lomba. Walau belum ada penelitian secara khusus terhadap selera makan ikan mas terutama yang berukuran super namun berdasarkan pengalaman rasanya dapat dibuktikan umpan ramuan yang jitu dapat merajai suatu lomba mancing. Jadi jangan heran jika dalam suatu lomba banyak ditemui umpan dengan ramuan dan aroma yang beraneka ragam. Beberapa pemancing bahkan menyiapkam bahan-bahan umpannya jauh hari sebelum pertandingan karena sulitnya dicari bahan tersebut.
Boleh dibilang umpan spesial ini bila sudah jadi aromanya sangat wangi karena memang bahan pembuatnya terdiri dari bahan-bahan yang berprotein tinggi. Ikan mas memang menyukai makanan alami yang berprotein tinggi di alam aslinya, mungkin hal inilah yang mendorong pemancing menciptakan ramuan umpan seperti itu yang berprotein tinggi sehingga menghasilkan aroma yang mungkin disukai ikan mas.
Ada banyak sekali ramuan umpan spesial di sini yang berhasil dikumpulkan berdasarkan pengalaman dan sumbangan dari para pemancing dan beberapa diantaranya merupakan hasil rangkuman dari majalah Media Mancing dan majalah Mancing dua diantara majalah mancing Indonesia yang pernah terbit.

UMPAN PENEBAR
Umpan penebar adalah umpan yang sengaja ditebarkan pada tempat tertentu (chumming) yang berpotensi agar ikan-ikan segera berkumpul, biasanya disebut umpan bom. Istilah pengeboman dari pemancingan ini memang sederhananya seperti orang yang mengebom tapi dengan umpan pelet, umpan yang telah jadi atau dari sisa kupasan kulit ubi dan kentang yang isinya tentu telah dipakai membuat umpan. Jangan ragu untuk melempar umpan penebar jika diperbolehkan dalam suatu lomba karena hal ini sangat efektif sekali.
Ikan mas yang menemukan serakan umpan bom akan berkumpul sehingga dimakannya umpan anda yang sebenarnya hanyalah tinggal soal waktu. Artinya ikan mas yang telah menemukan contoh makanan yang disukainya itu akan segera melahap umpan ramuan spesial yang sebenarnya karena tentunya lebih lezat menurutnya.

Perlu diperhatikan penempatan umpan penebar harus diingat tempatnya atau titiknya karena di sanalah nantinya umpan sebenarnya anda tempatkan. Untuk itu saat lomba dimulai hal pertama yang anda dan pembantu anda (disebut kenek atau kedi) lakukan adalah melempar bom atau umpan penebar tersebut. Bila boleh dilakukan dengan tangan gunakan pengeboman dengan tangan jika tidak maka dapat anda tempelkan pada rangkaian pancing anda kemudian dilontarkan dengan joran.
Buatlah paling tidak 3 titik pada tempat yang menurut anda sangat berpotensi misalnya dekat pancuran, daerah tengah antara pinggir lapak dan pancuran (disebut blower, berguna sebagai aerasi kolam dan batas lapak yang berseberangan) dan daerah 2~3 meter di depan anda. Jangan terlalu terpengaruh dengan lapak tetangga yang lebih dulu melempar pancing dan mendapatkan ikan, binalah dulu titik potensial anda ini. Jangan melempar pada daerah tetangga atau perairan dangkal. Walau tidak saat itu anda rasakan manfaatnya kemungkinan ikan akan berkumpul di siang harinya atau di hari menjelang sore, jadi jangan sekali-sekali dilupakan titik-titik potensial yang anda bangun tadi.
Bila peraturan lomba tidak memperbolehkan penggunaan umpan penebar, anda tetap dapat mengebom dengan cara lain yaitu: siapkan rangkaian pancing yang banyak isikan dengan umpan yang ukurannya lebih besar dari umpan yang akan digunakan, untuk lomba pasti anda menggunakan peniti pada rangkaian pancing yang memudahkan penggantian umpan. Lempar umpan dengan joran anda pada satu titik bila telah mencapai dasar gentak joran sehingga umpan-umpannya terlepas. Gulung dan lemparkan kembali di titik tadi lalu ulangi hingga dirasakan telah cukup. Saat itulah anda baru mulai memancing.

(taken from site “Mancing Ikan Mas Galatama“)
( sumber : sejutacerita.blogsome.com)

Road to Paiton

     Kali ini Tim NDFC beralih ke laut utara tepatnya di daerah PLTU Paiton, dan pemberangkatan di mulai di rumah saudara salah satu crew yaitu dirumah bapak Tomo, Road kali ini dikomandani oleh Anglerman Teguh yang berangkat dari kota Malang pkl 22.00 WIB dan perjalanan yang diiringi dengan hujan dan kemacetan yang menyesakkan dibeberapa titik antara Pasuruan - Probolinggo dan pada akhirnya sampai di lokasi langsung ke TPI Paiton pkl 0100. Untuk umpan yang dibawa saat itu kita beli udang hidup di daerah Probolinggo. tibalah saatnya esok paginya kita naik perahu nelayan yang kita sewa 300 ribu harga saudara, dan menuju ke tiga rumpon yang ada di Paiton. Lagi-lagi Strike yang didapatkan kurang memuaskan.

Mengatur strategi dulu bro....
Mo berangkat siapin peralatan dulu...





Tehnik Mancing Laut

Memancing di laut dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu Memancing dari daratan (Inshore) dan Memancing di tengah laut (Offshore):
Memancing dari daratan (Inshore):
Ada beberapa type mancing dari daratan antara lain:


1. Surfishing (Memancing dari pantai): Biasanya dilakukan di pinggir pantai berpasir, dan piranti spinning adalah yang umum dipakai disini. Bisa juga menggunakan jenis piranti yang lainnya, bergantung pada jenis ikan yang anda inginkan. Kepiting kecil, cacing laut, udang, irisan ikan, ikan hidup dan juga umpan tiruan dapat digunakan sebagai umpan. Pada lokasi yang potensial, anda mungkin dapat memancing ikan yang cukup besar.


2. Pierfishing (Memancing dari dermaga): Memancing dari pelabuhan, dermaga kayu atau penahan gelombang. Kebanyakan pemancing dari dermaga melakukannya untuk rekreasi, juga dengan membawa serta keluarga mereka. Tetapi andapun boleh mencobanya, karena bukan tidak mungkin mendapatkan ikan-ikan besar seperti hiu, pari, kakap putih, dll. Piranti yang umum dipakai adalah type spinning, karena mudah di gunakan. Umpan yang dipakai sama dengan surfishing.


3. Rockfishing (Memancing dari batu karang): Dari namanya sangat jelas bahwa kegiatan memancing dilakukan dari lokasi yang berbatu karang. Saya pernah menyaksikan film tentang memancing dari batu karang, dan sebagai target pancingan adalah ikan Marlin. Marlin bukanlah merupakan target yang lazim dalam rockfishing, dan saya belum pernah menyaksikan sebelumnya dan ternyata sangat mendebarkan dan seru. Biasanya pada rock fishing bisa mendapatkan ikan yang lebih besar jika dibandingkan dengan surfishing dan pierfishing. Baik piranti maupun umpan yang digunakan masih sama seperti surfishing dan pierfishing, namun kegiatan memancing dilakukan dari pantai yang berkarang terjal dan juga agak sulit dicapai pada beberapa lokasi.

Mancing di tengah laut (Offshore):
Memancing dari tengah laut juga ada beberapa macam tehnik yang dapat di lakukan:

1. Bottom Fishing (Mancing dasar/jebluk): Memancing dari atas perahu yang di jangkar diatas lokasi yang dianggap potensial seperti gugusan karang, tubiran, dll. Menggunakan pemberat (umumnya terbuat dari timah) untuk menenggelamkan umpan sampai ke dasar laut. Umpan yang umum dipakai antara lain udang, ikan hidup, irisan daging ikan, cacing laut, dll. Anda dapat menggunakan type piranti yang sesuai dengan keinginan. Pada lokasi yang berpotensi ikan besar, sebaiknya menggunakan type conventional. Anda akan mempunyai tali pancing yang cukup panjang dan juga kelas kenur menengah dengan menggunakan type conventional. Sedangkan untuk ikan yang lebih kecil akan lebih mengasyikan jika menggunakan type spinning atau baitcasting.

2. Jerking (Mancing hentak/ngotrek): Sama halnya pada mancing dasar, perbedaanya terletak pada umpan yang dipakai. Mancing ngotrek menggunakan umpan tiruan yang diberi pemberat agar dapat tenggelam sampai ke dasar laut. Dan umpan tsb biasanya menyerupai ikan kecil, cacing, udang, dll. Melempar umpan dan lalu mengulur kenur sampai umpan sampai ke dasar laut, lalu gulung kenur sambil menggerakan joran untuk menciptakan gerakan kepada umpan agar terlihat seperti hidup. Setelah umpan sampai dipermukaan tenggelamkan umpan kembali, lalu gulung lagi. Demikian berulang-ulang sampai ada ikan yang menyambar umpan tsb. Piranti yang umum dipakai adalah jenis spinning, baitcasting dan conventional.


3. Kite Fishing (Mancing menggunakan layang-layang): Memancing dari perahu dengan menggunakan layang-layang untuk menjauhkan umpan pada jarak tertentu. Dan juga untuk menjaga umpan agar tetap berada di permukaan air, karena tehnik ini biasanya di lakukan untuk menangkap ikan-ikan permukaan (palagis). Beberapa pemancing bahkan menggunakan jerat untuk menangkap ikan. Piranti yang biasanya dipakai adalah jenis spinning, dan disamping menggunakan layang-layang dapat pula memakai balon.

4. Drifting (Mancing berhanyut): Dapat diartikan menghanyutkan umpan atau perahu, keduanya akan menimbulkan efek yang sama. Umpan yang paling baik digunakan adalah umpan hidup dengan menggunakan piranti jenis spinning, baitcasting atau conventional. Ada pula pemancing yang melakukan hal ini untuk menemukan gugusan karang yang dikelilingi oleh ikan-ikan pancingan. Setelah ada yang menyambar umpan, biasanya jangkar di lemparkan dilokasi tersebut.

5. Trolling (Mancing tonda): Menggunakan umpan hidup atau segar dan juga umpan tiruan adalah umum pada tehnik ini. Biasanya umpan di hela di belakang perahu yang bergerak maju pada kecepatan tertentu. Dianjurkan untuk menggunakan piranti conventional, karena ikan target biasanya ikan-ikan yang berukuran besar.

( Sumber:  iftfishing.com )

Senar/Line

Senar adalah suatu tali yang terbuat dari bahan khusus, digunakan untuk memancing dan menempatkan kail (hooks), pelampung (float), timah (sinker) & accessories lainnya. Ada 2 bagian senar yaitu main line dan hook line. Pemakaian senar disesuaikan dengan tujuannya, apakah untuk mencari ikan besar/kecil terutama di kolam. Diameter senar disesuaikan dengan besar kecilnya ikan yang kita inginkan. Hal pertama yang perlu diketahui dalam memilih senar adalah kualitas dari bahan senar tersebut yang masing-masing senar mempunyai cirri khas tertentu, dan biasanya senar yang baik kualitasnya relatif mahal. Senar yang baik adalah senar yang mempunyai mutu stabil. Dibuat dari bahan baku berkualitas, mesin yang baik dan dengan proses dan quality control yang baik pula. Kestabilan senar yang dimaksud adalah jika dibuat dengan quality control yang ketat seperti diameter, kekuatan (strength), Kekuatan ikat senar (knot strength), perpanjangan senar pada saat ditarik (elongation), daya lentur (flexibility) dan ketahanan gesek(abrasion resistance).

JENIS-JENIS SENAR

MONOFILAMENT
     Senar monofilament adalah senar dengan serabut (filament) tunggal, yang terbuat dari bahan dasar nylon. Bahan dasar pembuatan senar nylon ini adalah biji nylon (nylon chips). Senar monofilament terbagi atas 3 macam yaitu :

Senar Nylon Homo-Polymer, merupakan generasi pertama dari senar nylon yang terbuat dari bahan nylon 6. Senar ini masih diproduksi sampai saat ini, karena merupakan pilihan yang paling ekonomis.

Senar Nylon Co-Polymer, merupakan senar yang diformulasi khusus untuk mengatasi kekurangan pada senar homopolymer. Dengan elongasi (perpanjangan senar pada saat ditarik) yang kecil, kelenturan yang lebih baik dan memiliki kekuatan lebih tinggi dari senar nylon homo-polymer. Senar ini diblending (dicampur) dari dua jenis bahan yaitu nylon 6 dan nylon 66. Senar jenis ini dikembangkan lebih luas menjadi :

1. Extra Strength, senar ini diformulasi dengan bahan khusus dan memiliki kekuatan 15% diatas rata-rata. Efek sentakan joran diteruskan oleh senar secara cepat dan akurat, senar ini sangat cocok untuk keperluan mancing yang menuntut kecepatan mengajar/mengarahkan ikan seperti pada saat mancing system galatama/profesional.

2. Better Abrasion Resistance, senar ini telah ditambah dengan zat aditif/lapisan bahan keramik atau fluoro karbon, sehingga lebih tahan gesekan hingga 2 atau 3 kali lipat atau bahkan lebih daripada senar tanpa lapisan tambahan. Karena tidak mudah terkikis oleh penuntun senar pada joran. Senar ini cocok untuk keperluan mancing yang membutuhkan ketenangan dan lama seperti mancing dari tebing karang, mancing dasar yang banyak karang, pasir dan juga sebagai leader (senar penghubung ke mata kail/hook).

3. Softer, Penambahan bahan aditif tertentu membuat senar tetap lentur walaupun telah lama dipakai. Senar yang lentur permanen meningkatkan jarak lontaran lebih jauh daripada senar standar, namun dengan akurasi yang tetap terjaga.

Senar Fluoro Carbon,
Senar ini dibuat untuk mengatasi kelemahan senar dari bahan nylon. Senar ini dibuat dari bahan polyvinyledene fluoride (PVDF).

Kelebihan senar ini adalah :
a. Indeks bias (Reflexion Index) senar ini adalah 1.43 karena mendekati indeks bias air yaitu 1.34, jadi kenampakan senar ini lebih tak terlihat disbanding dengan senar nylon yang memiliki indek bias 1.53.
b. Berat jenis (Bouncy), senar ini juga lebih cepat tenggelam daripada senar nylon dengan berat jenis 1.78kg/lt yang lebih berat daripada berat jenis nylon 1.14kg/lt, (berat jenis air tawar = 1.00kg/lt)
c. Senar ini tidak banyak menyerap air, sehingga dalam kondisi basah atau kering sifatnya tidak banyak berubah atau lebih solid.
d. Senar ini lebih tahan terhadap radiasi ultra violet.

Kekurangan senar ini adalah :
a. Tenacity (kekuatan tanpa dipengaruhi diameter) carbon lebih kecil disbanding senar nylon, maka pada ukuran diameter yang sama, senar nylon lebih kuat dibanding dengan fluoro carbon.
b. Kelenturan fluoro carbon lebih jelek disbanding senar nylon
c. Perbandingan kekuatan ikat terhadap kekuatan linear pada senar fluoro carbon hanya 60%, dibandingkan dengan senar nylon yang berkisar 70% sampai 80%.
d. Harga senar fluoro carbon jauh lebih mahal disbanding senar nylon.

MULTIFILAMENT
Senar multifilament adalah senar dengan banyak serabut/filament. Permukaan senar ini kasar, tidak sehalus senar dari bahan nylon. Senar ini banyak dipakai oleh pemancing hobby dan biasanya digunakan untuk lomba.
Senar Braided, adalah senar yang memiliki banyak serabut dan menyerupai kepangan rambut. Terbuat dari bahan turunan plyethylene (PE) yang disebut Dyneema. Senar ini unggul karena elongasinya rendah sekali, kekuatan senar lebih baik dan memory lebih rendah (senar keluar dari spool berbentuk sama seperti spool). Sifat senar ini sangat meyerap air, tidak transparan, berat jenis yang kutang dari 1, membuat senar ini sulit tenggelam dan diurai jika kusut.

Perbandingan kekuatan ikat dan linear kurang dari 50%, akibatnya beberapa model simpul sulit dibuat. Apabila cincin joran (line guide) yang terbuat dari bahan yang kurang baik kualitasnya, maka akan mudah rusak/tergores oleh senar braided ini. Contoh line guide yang baik kualitasnya seperti keluaran pabrik fuji (Jepang) & AFTCO (Amerika) lebih tahan terhadap gesekan senar braided ini.

Senar Fusio, adalah senar yang memiliki banyak serabut sejajar yang dijadikan satu dengan lapisan pelindung agar tidak terurai. Perbedaan senar braided dengan senar fusio hanya terletak pada bentuk alurnya, braided berbentuk seperti kepangan sedangkan fusio kumpulan senar sejajar yang dijadikan satu.

Benang PE ini sering dipasaran menggunakan kata PE 1 PE 2 PE 3 ini berarti bahwa
PE 1 = 10 lb, PE 3 = 30 lb, PE 5 = 50 lb, PE 8 = 80 lb
Standart PE
20 lb = 0.15 mm
30 lb = 0.20 mm
40 lb = 0.25 mm
50 lb = 0.35 mm
60 lb = 0.40 mm

(sumber: .iftfishing.com)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More